C. Proses Produksi
Kerajinan Bahan Keras
Benda kerajinan dari bahan keras alam dan buatan dapat dibuat dalam beragam bentuk dengan menggunakan
teknik seperti ukir, lukis, anyam, dan lainnya. Pemilihan bahan disesuaikan dengan karakteristik dan tujuan produk.
Setiap wilayah memiliki kerajinan bahan keras alam unggulan berdasarkan sumber daya alam lokal. Contohnya, di Palu (Sulawesi Tengah) dikenal dengan kerajinan dari kayu hitam seperti aksesoris,
patung, dan wadah-wadah. Banyak daerah lain juga memiliki potensi serupa. Beberapa contoh kerajinan bahan
keras
alam.
a. Kerajinan Kayu
Bahan Produksi
Pembuatan Kerajinan
Bahan Kayu
1) Bahan Kerajinan
Kayu
Bahan utama adalah kayu
yang dipilih sesuai rancangan.
Alat yang digunakan meliputi gergaji, pahat, cukil, palu, kuas, amplas, serta beberapa mesin seperti mesin bubut dan mesin pemotong kayu.
3) Produk Kerajinan
Kayu
Kayu keras menjadi bahan utama produk kerajinan yang dihasilkan oleh perajin dan seniman di
seluruh Indonesia. Kreativitas dan kualitasnya telah diakui internasional. Teknik manual hingga cetak
menghasilkan karya unik dan
berkualitas.
4) Proses Pembuatan Kerajinan
Kayu (Woodcraft)
Kerajinan kayu dapat dibuat dengan beragam
teknik, dikenal
juga
sebagai woodcraft. Di
Indonesia, kerajinan kayu telah lama menjadi kekayaan seni kriya yang diakui hingga mancanegara. Tiap
daerah di Indonesia memiliki teknik dan finishing yang
berbeda, memperkaya budaya.
Teknik yang digunakan dalam pembuatan kerajinan kayu termasuk ukir, bubut, potong sambung, bor, dan lainnya. Teknik ukir tergolong sulit, membutuhkan keterampilan yang baik untuk hasil
berkualitas tanpa pemborosan
bahan dasar.
5) Ragam Hias dalam Kerajinan
Kayu
Ragam hias Nusantara mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Setiap daerah memiliki ciri khas
ragam hias
sendiri yang berarti dan
unik. Ragam hias
ini merupakan keunikan yang tak tertandingi.
Pengetahuan mengenai ragam hias ini penting untuk memahami makna simboliknya. Ragam hias
hadir pada berbagai objek seperti kain,
ukiran kayu,
rumah adat, pakaian adat,
senjata daerah, dan
lainnya. Pelajari ragam hias Nusantara dan temukan ragam hias khas daerahmu sendiri.
b. Kerajinan Bambu
- Bambu banyak dibudidayakan
di beberapa negara seperti Indonesia,
India, dan Bangladesh, dengan berbagai
istilah seperti
buluh, aur, atau
eru.
- Di Indonesia,
terdapat 125 spesies bambu asli dari total
1.500 spesies di dunia.
- Tasikmalaya,
sebagai sentra perajin bambu,
memproduksi berbagai
produk mulai dari
peralatan dapur hingga elemen estetis dalam interior.
- Teknik pembuatan kerajinan
bambu melibatkan anyaman dan teknik tempel atau
sambung.
1. Bahan Pembuatan Kerajinan Bambu
Bahan yang
digunakan untuk membuat
kerajinan bambu adalah bambu batangan atau pun yang sudah disayat,
beberapa jenis tanaman bambu yang dapat dijadikan produk kerajinan adalah; bambu andong,
bambu tali, bambu atter, bambu talang,
bambu tutul, bambu cendani,
bambu
cengkoreh, dan
lainnya.
2. Alat Pembuatan Kerajinan Bambu
Alat yang
digunakan untuk membuat kerajinan bambu adalah parang, palu, gergaji, pisau raut,
tang,
tatah,
meteran,
kuas, bor, dan sebagainya
3. Produk Kerajinan Bambu
Beberapa contoh dari kerajinan bambu, yaitu:
4. Proses Pembuatan Kerajinan Bambu
Proses pembuatan kerajinan bambu memerlukan pengetahuan
yang cukup sederhana.
Penting untuk mengenali
bambu dengan baik agar saat
membuat
kerajinan, bambu tidak mudah
pecah.
Adapun
cara
memilih bambu yang baik untuk digunakan adalah sebagai berikut:
- Pilihlah bambu yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu
tua.
- Setelah ditebang, potong bambu sepanjang
dua atau tiga ruas.
- Simpan
bambu di tempat
yang sejuk dan tegak selama 5 sampai 6
hari.
- Pilihlah bambu yang memiliki ruas paling panjang agar
lebih mudah membentuk kerajinan
apa saja.
C. Kerajinan
Rotan
Rotan atau “Rattan dalam bahas inggris”adalah
tanaman akar-akaran liar yang tumbuh di hutan hujan tropis. Indonesia adalah produsen rotan terbesar di dunia, menyumbang hampir 30% dari produksi global. Tanaman ini dapat mencapai panjang lebih dari 100 meter dan kulitnya
digunakan untuk membuat anyaman yang kuat. Di dalam rotan terdapat tali tipis yang disebut "fitrit"
atau "petrik."
Indonesia adalah produsen rotan terbesar di dunia, dengan
Pulau Sulawesi
dan
Kalimantan
sebagai daerah
utama produksi.
Rotan juga tumbuh di Sumatra, Jawa,
dan daerah lainnya.
Kerajinan rotan tidak hanya diekspor,
tetapi juga diproduksi untuk pasar dalam negeri. Banyak toko
dan showroom yang
menjual produk kerajinan
rotan unik
di
beberapa
lokasi, menunjukkan
pentingnya
industri
ini dalam ekonomi
dan budaya Indonesia.
Kerajinan rotan tidak hanya mencakup perabotan rumah tangga seperti
meja, kursi, tutup
lampu, tutup makanan, tempat payung, almari, dan tempat tidur, tetapi juga termasuk mainan seperti
kuda-kudaan dan boks ayunan untuk tempat
tidur bayi.
1. Bahan Pembuatan Kerajinan Rotan
Bahan yang diperlukan untuk membuat
kerajinan rotan terdiri dari tiga komponen utama:
a. Rotan kupasan/kulit luar (pell): Digunakan sebagai
pengikat atau bahan anyaman.
b. Rotan batang yang
langsung dipoles: Rotan
ini diolah secara langsung.
c. Rotan isi yang disebut "fitrit" atau "petrik": Bagian dalam rotan yang
dihasilkan tali tipis.
Selain rotan, beberapa bahan lain yang digunakan meliputi minyak tanah atau belerang untuk proses
pemasakan, serta politur dan cat warna untuk finishing dan penampilan akhir produk.
2. Alat Pembuatan Kerajinan Rotan
Alat-alat yang digunakan untuk membuat kerajinan rotan mencakup berbagai peralatan se pertigunting rotan,
palu, alat pembengkok,
bor, amplas,
gergaji, kompor, kuas cat, dan
sebagainya.
3. Produk Kerajinan Rotan
Kerajinan rotan memiliki beragam bentuk dan dapat digunakan sebagai perabot rumah tangga
dan
hiasan. Produk kerajinan rotan meliputi kursi, meja, lemari, kuda-kudaan, lampit, tempat tidur
bayi, tas wanita, hiasan dinding, dan banyak lainnya. Rotan memiliki warna alami seperti putih
kekuningan, coklat, dan hitam yang sering dipertahankan oleh perajin untuk mempertahankan keasliannya. Namun,
ada juga desain yang diwarnai sesuai selera pembeli, seperti hijau, biru,
merah, dan lainnya.
4. Proses Kerajinan Rotan
Rotan harus dibersihkan dari pelepah berduri dan diawetkan untuk melindunginya dari jamur
blue stain. Ada dua proses pengolahan bahan baku rotan: pemasakan
dengan minyak tanah untuk
rotan berukuran
sedang/besar, dan pengasapan dengan belerang untuk rotan berukuran kecil. Setelah itu, rotan dapat diolah menjadi berbagai macam bahan baku, seperti peel (kupasan), polis,
dan fitrit.
Proses pembuatan anyaman rotan melibatkan beberapa tahap penting:
1. Pembuatan Kerangka: Untuk produk berukuran besar seperti kursi, meja, lemari, dan rak,
rotan berdiameter besar digunakan untuk membentuk kerangka.
Alat pembengkok digunakan untuk membentuk rotan sesuai
dengan desain
yang diinginkan.
2. Penganyaman: Proses ini bertujuan untuk membentuk produk sesuai dengan desain yang
telah ditentukan. Rotan yang digunakan dapat berupa rotan polis yang telah dibersihkan
kulitnya sehingga berwarna putih atau rotan dengan kulitnya.
3. Pengecatan: Warna dasar diberikan pada produk menggunakan kuas.
4. Proses Finishing: Tahap terakhir dalam pembuatan produk rotan. Ini melibatkan pengamplasan untuk menghilangkan serat rotan yang kasar dan kemudian rotan dapat diberi
lapisan vernis atau dipolitur untuk memberikan tampilan akhir yang halus.
Dalam pembuatan rotan kecil dengan menggunakan rotan fitrit, rotan sebaiknya direndam selama
1-2 menit agar menjadi lentur dan mudah dibentuk. Rendaman ini memungkinkan air meresap ke dalam rotan, membuatnya lebih fleksibel dan tahan patah saat dianyam dan ditempel dalam proses pembuatan.






