menu melayang

Kamis, 05 September 2024

Kerajinan Bahan Keras #3

C. Proses Produksi Kerajinan Bahan Keras

Benda kerajinan dari bahan keras alam dan buatan dapat dibuat dalam beragam bentuk dengan menggunakan teknik seperti ukir, lukis, anyam, dan lainnya. Pemilihan bahan disesuaikan dengan karakteristik dan tujuan produk.

 1.  Kerajinan Bahan Keras Alam

Setiap wilayah memiliki kerajinan bahan keras alam unggulan berdasarkan sumber daya alam lokal. Contohnya, di Palu (Sulawesi Tengah) dikenal dengan kerajinan dari kayu hitam seperti aksesoris,

patung, dan wadah-wadah. Banyak daerah lain juga memiliki potensi serupa. Beberapa contoh kerajinan bahan keras alam.

 

a.  Kerajinan Kayu

Bahan Produksi Pembuatan Kerajinan Bahan Kayu

1)  Bahan Kerajinan Kayu

Bahan utama adalah kayu yang dipilih sesuai rancangan.

 2) Alat Kerajinan Kayu

Alat yang digunakan meliputi gergaji, pahat, cukil, palu, kuas, amplas, serta beberapa mesin seperti mesin bubut dan mesin pemotong kayu.

 

3) Produk Kerajinan Kayu

Kayu keras menjadi bahan utama produk kerajinan yang dihasilkan oleh perajin dan seniman di seluruh Indonesia. Kreativitas dan kualitasnya telah diakui internasional. Teknik manual hingga cetak

menghasilkan karya unik dan berkualitas.

 

4) Proses Pembuatan Kerajinan Kayu (Woodcraft)

Kerajinan kayu dapat dibuat dengan beragam teknik, dikenal juga sebagai woodcraft. Di Indonesia, kerajinan kayu telah lama menjadi kekayaan seni kriya yang diakui hingga mancanegara. Tiap

daerah di Indonesia memiliki teknik dan finishing yang berbeda, memperkaya budaya.

Teknik yang digunakan dalam pembuatan kerajinan kayu termasuk ukir, bubut, potong sambung, bor, dan lainnya. Teknik ukir tergolong sulit, membutuhkan keterampilan yang baik untuk hasil

berkualitas tanpa pemborosan bahan dasar.

 

5) Ragam Hias dalam Kerajinan Kayu

Ragam hias Nusantara mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Setiap daerah memiliki ciri khas ragam hias sendiri yang berarti dan unik. Ragam hias ini merupakan keunikan yang tak tertandingi.

Pengetahuan mengenai ragam hias ini penting untuk memahami makna simboliknya. Ragam hias

hadir pada berbagai objek seperti kain, ukiran kayu, rumah adat, pakaian adat, senjata daerah, dan lainnya. Pelajari ragam hias Nusantara dan temukan ragam hias khas daerahmu sendiri.

 

b. Kerajinan Bambu

 

-     Bambu banyak dibudidayakan di beberapa negara seperti Indonesia, India, dan Bangladesh, dengan berbagai istilah seperti buluh, aur, atau eru.

-     Di Indonesia, terdapat 125 spesies bambu asli dari total 1.500 spesies di dunia.

-     Tasikmalaya, sebagai sentra perajin bambu, memproduksi berbagai produk mulai dari peralatan dapur hingga elemen estetis dalam interior.

-     Teknik pembuatan kerajinan bambu melibatkan anyaman dan teknik tempel atau sambung.

 

1.  Bahan Pembuatan Kerajinan Bambu

 

Bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan bambu adalah bambu batangan atau pun yang sudah disayat,

beberapa jenis tanaman bambu yang dapat dijadikan produk kerajinan adalah; bambu andong, bambu tali, bambu atter, bambu talang, bambu tutul, bambu cendani, bambu cengkoreh, dan

lainnya.

 


2.  Alat Pembuatan Kerajinan Bambu

Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan bambu adalah parang, palu, gergaji, pisau raut, tang, tatah, meteran, kuas, bor, dan sebagainya

 




3.  Produk Kerajinan Bambu

Beberapa contoh dari kerajinan bambu, yaitu:

 



 

4.  Proses Pembuatan Kerajinan Bambu

Proses pembuatan kerajinan bambu memerlukan pengetahuan yang cukup sederhana. Penting untuk mengenali bambu dengan baik agar saat membuat kerajinan, bambu tidak mudah

pecah.

 

Adapun cara memilih bambu yang baik untuk digunakan adalah sebagai berikut:

-     Pilihlah bambu yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

-     Setelah ditebang, potong bambu sepanjang dua atau tiga ruas.

-     Simpan bambu di tempat yang sejuk dan tegak selama 5 sampai 6 hari.

-     Pilihlah bambu yang memiliki ruas paling panjang agar lebih mudah membentuk kerajinan apa saja.


 


C. Kerajinan Rotan

Rotan atauRattan dalam bahas inggrisadalah tanaman akar-akaran liar yang tumbuh di hutan hujan tropis. Indonesia adalah produsen rotan terbesar di dunia, menyumbang hampir 30% dari produksi global. Tanaman ini dapat mencapai panjang lebih dari 100 meter dan kulitnya digunakan untuk membuat anyaman yang kuat. Di dalam rotan terdapat tali tipis yang disebut "fitrit" atau "petrik."

Indonesia adalah produsen rotan terbesar di dunia, dengan Pulau Sulawesi dan Kalimantan sebagai  daerah  utama produksi.  Rotan  juga  tumbuh  di  Sumatra,  Jawa,  dan  daerah  lainnya.

Kerajinan rotan tidak hanya diekspor, tetapi juga diproduksi untuk pasar dalam negeri. Banyak toko dan  showroom  yang  menjual  produk  kerajinan  rotan  unik  di  beberapa  lokasi,  menunjukkan

pentingnya industri ini dalam ekonomi dan budaya Indonesia.

Kerajinan rotan tidak hanya mencakup perabotan rumah tangga seperti meja, kursi, tutup lampu, tutup makanan, tempat payung, almari, dan tempat tidur, tetapi juga termasuk mainan seperti

kuda-kudaan dan boks ayunan untuk tempat tidur bayi.

 1.  Bahan Pembuatan Kerajinan Rotan

Bahan yang diperlukan untuk membuat kerajinan rotan terdiri dari tiga komponen utama:

 

a.  Rotan kupasan/kulit luar (pell): Digunakan sebagai pengikat atau bahan anyaman. b.  Rotan batang yang langsung dipoles: Rotan ini diolah secara langsung.

c.   Rotan isi yang disebut "fitrit" atau "petrik": Bagian dalam rotan yang dihasilkan tali tipis.

 

Selain rotan, beberapa bahan lain yang digunakan meliputi minyak tanah atau belerang untuk proses pemasakan, serta politur dan cat warna untuk finishing dan penampilan akhir produk.

 



2.  Alat Pembuatan Kerajinan Rotan

Alat-alat yang digunakan untuk membuat kerajinan rotan mencakup berbagai peralatan se pertigunting rotan, palu, alat pembengkok, bor, amplas, gergaji, kompor, kuas cat, dan sebagainya.

 

3.  Produk Kerajinan Rotan

Kerajinan rotan memiliki beragam bentuk dan dapat digunakan sebagai perabot rumah tangga dan hiasan. Produk kerajinan rotan meliputi kursi, meja, lemari, kuda-kudaan, lampit, tempat tidur

bayi, tas wanita, hiasan dinding, dan banyak lainnya. Rotan memiliki warna alami seperti putih

kekuningan, coklat, dan hitam yang sering dipertahankan oleh perajin untuk mempertahankan keasliannya. Namun, ada juga desain yang diwarnai sesuai selera pembeli, seperti hijau, biru,

merah, dan lainnya.

4.  Proses Kerajinan Rotan

Rotan harus dibersihkan dari pelepah berduri dan diawetkan untuk melindunginya dari jamur blue stain. Ada dua proses pengolahan bahan baku rotan: pemasakan dengan minyak tanah untuk rotan berukuran sedang/besar, dan pengasapan dengan belerang untuk rotan berukuran kecil. Setelah itu, rotan dapat diolah menjadi berbagai macam bahan baku, seperti peel (kupasan), polis, dan fitrit.

 

Proses pembuatan anyaman rotan melibatkan beberapa tahap penting: 

1.  Pembuatan Kerangka: Untuk produk berukuran besar seperti kursi, meja, lemari, dan rak, rotan berdiameter besar digunakan untuk membentuk kerangka. Alat pembengkok digunakan untuk membentuk rotan sesuai dengan desain yang diinginkan.

2.  Penganyaman: Proses ini bertujuan untuk membentuk produk sesuai dengan desain yang telah ditentukan. Rotan yang digunakan dapat berupa rotan polis yang telah dibersihkan

kulitnya sehingga berwarna putih atau rotan dengan kulitnya.

3.  Pengecatan: Warna dasar diberikan pada produk menggunakan kuas.

4. Proses Finishing: Tahap terakhir dalam pembuatan produk rotan. Ini melibatkan pengamplasan untuk menghilangkan serat rotan yang kasar dan kemudian rotan dapat diberi

lapisan vernis atau dipolitur untuk memberikan tampilan akhir yang halus. 

Dalam pembuatan rotan kecil dengan menggunakan rotan fitrit, rotan sebaiknya direndam selama

1-2 menit agar menjadi lentur dan mudah dibentuk. Rendaman ini memungkinkan air meresap ke dalam rotan, membuatnya lebih fleksibel dan tahan patah saat dianyam dan ditempel dalam proses pembuatan.







                                


Blog Post

Related Post

Back to Top