menu melayang

Selasa, 27 Agustus 2024

Kerajinan Bahan Keras #1

 Kerajinan Bahan Keras

-     Kerajinan dihasilkan manusia untuk memenuhi kebutuhan keseharian, namun juga digunakan untuk kepentingan ritual.

-    Ada kerajinan yang merupakan pelengkap interior untuk menambah keindahan ruangan.

-     Jenis produk kerajinan pelengkap interior ini bernilai tinggi, diproduksi terbatas, dan memiliki kekhasan yang mencerminkan kearifan lokal.

-     Setiap daerah memiliki cara penggarapan tersendiri yang unik untuk menciptakan kerajinan pelengkap interior tersebut.

-     Kerajinan dibuat untuk memenuhi kepentingan tertentu dan berfungsi sebagai pelengkap atau hiasan dalam ruang.

 

1.  Produk kerajinan pelengkap memiliki berbagai kegunaan, antara lain:

a.  Memperindah struktur bangunan: Dalam konteks arsitektur, kerajinan digunakan untuk menghias dan mempercantik bangunan.

b.  Nilai tambah dari penampilan benda: Kerajinan digunakan sebagai elemen dekoratif untuk

meningkatkan penampilan sebuah benda.

c.   Pelengkap busana: Kerajinan dapat menjadi aksesori atau hiasan pada pakaian atau busana.

d.  Dan mungkin kegunaan lainnya (seperti pelengkap perabotan atau dekorasi ruangan) yang tidak secara spesifik disebutkan.

2.  Kerajinan pelengkap ini juga dikenal dengan istilah "kerajinan yang memiliki fungsi hias," yang menekankan pada peran kerajinan sebagai elemen dekoratif.

3.  kerajinan yang memiliki fungsi pakai. Jenis kerajinan ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan memiliki utilitas atau manfaat praktis, bukan hanya sebagai hiasan semata. Contoh kerajinan dengan fungsi pakai bisa berupa peralatan rumah tangga, alat-alat dapur, dan sejenisnya.

 

 

   Pengertian Bahan Alam adalah: sumber daya alam yang berasal dari daratan dan lautan.

Bahan alam ini digunakan sebagai bahan material dalam pembuatan kerajinan.

    Bahan Material Buatan: Selain bahan alam, ada juga bahan material buatan yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan kerajinan. Dalam contoh ini, kaleng dan kaca merupakan bahan material buatan yang dapat digunakan dalam pembuatan kerajinan.

   Bahan keras alam dan buatan dapat digunakan untuk menciptakan beragam benda kerajinan.

    Proses pembuatan menggunakan berbagai teknik seperti ukir, anyam, potong sambung, lukis, dan lainnya.

 

A. Prinsip Kerajinan Bahan Keras

 Prinsip Kerajinan Bahan Keras adalah tentang pengetahuan dan kreativitas perajin dalam menghadapi keragaman bahan, teknik, dan tampilan karya. Mereka mampu beradaptasi dengan perubahan sosial budaya dalam masyarakat dan melakukan perubahan kreatif dalam pembuatan kerajinan bahan keras alam dan buatan sesuai permintaan pasar.

 

Adapun prinsip pembuatan kerajinan bahan keras meliputi:

1.  Keunikan bahan Kerajinan

Keunikan bahan kerajinan bahan keras merujuk pada karakteristik istimewa yang dimiliki oleh bahan-bahan keras yang digunakan dalam pembuatan kerajinan.

Seperti Bahan kayu memiliki tekstur urat/serat yang unik dan tidak ditemui pada bahan lain.

Keunikan ini membuat kayu tetap menjadi pilihan utama dalam kerajinan fungsi pakai dan hias karena daya tarik estetika dan ketahanannya.


2.  Keragaman Muatan Nilai dalam Produk Kerajin

Bentuk produk kerajinan ditentukan oleh gagasan dan ide manusia yang mengalir dari pikiran dan kehendak, diwujudkan melalui tindakan kreatif. Karya yang dihasilkan membawa pesan tertentu, dan pesan tersebut dapat dikelompokkan menjadi:

1.  Produk dengan nilai fungsional, memiliki manfaat praktis dan kegunaan dalam kehidupan sehari-hari.

2.  Produk dengan nilai informatif, menyampaikan informasi atau pesan kepada pemakai atau

penonton.

3.  Produk dengan nilai simbolik, membawa makna atau representasi simbolik tertentu.

4.  Produk dengan nilai prestise (wibawa), mencerminkan status atau kebanggaan bagi pemiliknya.

 

3.  Aspek Rancangan dalam Produk Kerajinan

Faktor-faktor permasalahan obyektif yang perlu diketahui sebelum perancangan produk kerajinan meliputi:

 

1.  Faktor Teknis: Termasuk metode produksi, daya mesin atau manual yang digunakan, dan tingkat kemahiran tenaga kerja.

2.  Faktor Ekonomis: Meliputi pemasaran yang bersaing, sistem pemasokan atau distribusi, kebijakan hak cipta, nilai jual, ketersediaan suku cadang, dan selera masyarakat terhadap produk tersebut.

3.  Faktor Ergonomis: Berkaitan dengan kenyamanan, keamanan, kesesuaian, dan kepraktisan produk.

4.  Faktor Sains dan Teknologi: Terkait dengan inovasi, modifikasi, dan mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi terkini.

5.  Faktor Estetika: Mencakup bentuk keindahan, daya pikat, keserasian, penggarapan rinci, perupaan, pewarnaan, serta kesan atau gugahan yang ditampilkan.

6.  Faktor Kondisi Lingkungan: Memperhatikan nilai budaya dan kondisi lingkungan atau wilayah setempat yang dapat mempengaruhi perancangan produk kerajinan.

Blog Post

Related Post

Back to Top