menu melayang

Senin, 20 Mei 2024

Jenis

 

Jenis

  • Teori Kebutuhan Maslow: Pangan sebagai kebutuhan dasar manusia.
  • Pangan kini menjadi gaya hidup, bukan hanya konsumsi biologis.
  • Industri kuliner berkembang pesat, ditandai dengan perubahan pola konsumsi dan peningkatan usaha makanan.

Perkembangan Industri Kuliner

  • Industri kuliner di Indonesia, khususnya Jakarta, berkembang pesat, menyamai negara maju.
  • Kemajuan terlihat dalam penampilan, variasi masakan, dan ruang bagi komunitas untuk berkumpul.

Olahan Pangan Setengah Jadi

  • Dibuat dari serealia dan umbi melalui teknik pengeringan.
  • Berbentuk potongan pipih/tipis (kerupuk), butiran besar (jagung pipil, tepung tiwul), dan butiran halus (tepung).
  • Memiliki nilai ekonomi tinggi karena umur simpan lebih lama dan mudah diolah.

Jenis Makanan Khas Indonesia

  • Dibuat dari olahan pangan setengah jadi serealia dan umbi.
  • Bentuknya pipih/tipis (kerupuk), butiran besar (nasi jagung), dan butiran halus (kue, roti).

 

1.    Olahan Pangan Setengah Jadi Pipih Tebal atau Tipis

Olahan pangan setengah jadi dengan bentuk pipih tebal atau tipis merupakan produk yang diolah dari bahan baku serealia dan umbi dengan cara dikeringkan.

Jenis-jenisnya:

Serealia:

  • Kerupuk gendar: Terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan air, garam, dan bumbu lainnya, kemudian dibentuk pipih dan dikeringkan.
  • Rengginang: Terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan air, garam, dan bumbu lainnya, kemudian dicetak dan dikeringkan.
  • Emping jagung: Terbuat dari irisan tipis jagung yang dikeringkan.
  • Kerupuk bawang: Terbuat dari tepung terigu yang dicampur dengan air, garam, bawang goreng, dan bumbu lainnya, kemudian dibentuk pipih dan dikeringkan.
  • Bihun: Terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan air dan dibentuk menjadi mie tipis, kemudian dikeringkan.
  • Mie: Terbuat dari tepung terigu yang dicampur dengan air, telur, dan garam, kemudian dibentuk menjadi mie panjang dan dikeringkan.

Umbi:

  • Kerupuk tette: Terbuat dari irisan tipis singkong yang dikeringkan.
  • Keripik singkong: Terbuat dari irisan tipis singkong yang digoreng.
  • Sawut/gaplek ubi jalar: Terbuat dari ubi jalar yang dijemur hingga kering.
  • Gaplek ubi kayu: Terbuat dari ubi kayu yang dijemur hingga kering.
  • Kentang beku: Terbuat dari kentang yang dipotong dan dibekukan.

Pengolahan:

Olahan pangan setengah jadi pipih tebal atau tipis diolah dengan cara dikeringkan.

Tujuan:

  • Memperpanjang umur simpan.
  • Mempermudah transportasi dan penyimpanan.
  • Mempermudah pengolahan.

Manfaat:

  • Memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi karena umur simpan yang lebih lama.
  • Mudah diolah dan dapat digunakan untuk berbagai macam masakan.
  • Menjadi bahan baku industri makanan dan rumah tangga.

 

2.    Olahan Pangan Setengah Jadi Butiran Besar

Olahan pangan setengah jadi butiran besar merupakan produk yang diolah dari bahan baku serealia, umbi-umbian, dan kacang-kacangan dengan cara dikeringkan.

Jenis-jenisnya:

Serealia:

  • Beras/beras instan: Terbuat dari beras yang telah dikukus dan dikeringkan.
  • Beras jagung: Terbuat dari jagung yang telah dikeringkan dan digiling.
  • Jagung pipil kering: Terbuat dari biji jagung yang dipisahkan dari bonggolnya dan dikeringkan.
  • Jagung pipil beku: Terbuat dari biji jagung yang dipisahkan dari bonggolnya, kemudian dibekukan.
  • Aneka butiran oat: Terbuat dari oat yang telah dikeringkan dan digiling.
  • Aneka pasta: Terbuat dari tepung terigu, air, dan garam, dibentuk menjadi berbagai macam bentuk.
  • Beras/biji sorgum: Terbuat dari biji sorgum yang telah dikeringkan dan digiling.

Umbi-umbian:

  • Tiwul instan: Terbuat dari singkong yang dikeringkan dan digiling.
  • Beras singkong: Terbuat dari singkong yang dikeringkan dan digiling halus.

Kacang-kacangan:

  • Kacang hijau: Terbuat dari kacang hijau yang telah dikeringkan.
  • Kacang tanah: Terbuat dari kacang tanah yang telah dikeringkan.
  • Kacang kedelai: Terbuat dari kacang kedelai yang telah dikeringkan.

Pengolahan:

Olahan pangan setengah jadi butiran besar diolah dengan cara dikeringkan.

Tujuan:

  • Memperpanjang umur simpan.
  • Mempermudah transportasi dan penyimpanan.
  • Mempermudah pengolahan.

 

3.    Olahan Pangan Setengah Jadi Butiran Halus

Olahan pangan setengah jadi butiran halus merupakan produk yang diolah dari bahan baku serealia, umbi-umbian, dan kacang-kacangan dengan cara digiling hingga halus.

Jenis-jenisnya:

Serealia:

  • Tepung beras: Terbuat dari beras yang telah digiling halus.
  • Tepung jagung/maizena: Terbuat dari jagung yang telah digiling halus.
  • Tepung terigu: Terbuat dari gandum yang telah digiling halus.
  • Tepung sorgum: Terbuat dari biji sorgum yang telah digiling halus.

Umbi-umbian:

  • Tepung ubi jalar: Terbuat dari ubi jalar yang telah dikukus dan dikeringkan, kemudian digiling halus.
  • Tepung tapioka: Terbuat dari singkong yang telah dijemur dan dikeringkan, kemudian digiling halus.
  • Tepung talas: Terbuat dari talas yang telah dikukus dan dikeringkan, kemudian digiling halus.
  • Tepung kentang: Terbuat dari kentang yang telah dikukus dan dikeringkan, kemudian digiling halus.

Kacang-kacangan:

  • Tepung kacang hijau: Terbuat dari kacang hijau yang telah digiling halus.
  • Tepung kacang tanah: Terbuat dari kacang tanah yang telah digiling halus.
  • Tepung kacang kedelai: Terbuat dari kacang kedelai yang telah digiling halus.

Pengolahan:

Olahan pangan setengah jadi butiran halus diolah dengan cara digiling hingga halus.

Tujuan:

  • Mempermudah pengolahan.
  • Memperpanjang umur simpan.
  • Meningkatkan nilai gizi.

Manfaat:

  • Memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi karena umur simpan yang lebih lama.
  • Mudah diolah dan dapat digunakan untuk berbagai macam masakan.
  • Menjadi bahan baku industri makanan dan rumah tangga.

Blog Post

Related Post

Back to Top