menu melayang

Senin, 15 Januari 2024

Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Keras

B.    Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Keras

Limbah keras yang digunakan sebagai bahan dasar kerajinan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

·       Limbah keras organic

Limbah keras organik adalah limbah yang berasal dari sumber daya alam, baik daratan maupun lautan. Limbah keras organik memiliki karakteristik sebagai berikut:

* Bersifat keras dan padat

* Sulit berubah bentuk

* Dapat terurai oleh mikroorganisme

* Pada umumnya tidak berbahaya

    Contoh limbah keras organik antara lain:

* Cangkang kerang laut

* Sisik ikan keras

* Tulang ikan

* Tulang hewan berkaki empat

* Tempurung kelapa

* Potongan kayu

·       Limbah keras anorganik

Limbah keras anorganik adalah limbah yang berasal dari hasil industri manusia. Limbah keras anorganik memiliki karakteristik sebagai berikut:

* Bersifat keras dan padat

* Sulit dihancurkan dengan alat biasa

* Sulit terurai oleh mikroorganisme

* Dapat bersifat racun

    Contoh limbah keras anorganik antara lain:

* Pelat-pelat dari logam

* Pecahan keramik

* Pecahan kaca

* Wadah/botol plastik

* Kaleng

Perbedaan antara limbah keras organik dan anorganik dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain:

·       Asal limbah

Limbah keras organik berasal dari sumber daya alam, sedangkan limbah keras anorganik berasal dari hasil industri manusia.

·       Karakteristik

Limbah keras organik bersifat keras dan padat, tetapi dapat terurai oleh mikroorganisme. Limbah keras anorganik juga bersifat keras dan padat, tetapi sulit terurai oleh mikroorganisme dan dapat bersifat racun.

 

C. Pengolahan Bahan Limbah Keras

    Proses pengolahan bahan limbah keras secara umum sama, baik limbah keras organik maupun anorganik. Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin.

Langkah-langkah pengolahan bahan limbah keras secara sederhana adalah sebagai berikut:

1.     Pemilihan bahan limbah

Seleksi bahan limbah keras perlu dilakukan sebelum proses produksi. Bahan limbah yang dipilih harus sesuai dengan tujuan pembuatan produk kerajinan.

2.     Pembersihan limbah

Keadaan limbah keras biasanya tidak cukup bersih. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencucian dengan menggunakan detergen agar zat bekas makanan atau minuman dapat larut dan limbah keras menjadi bersih.

3.     Pengeringan

Pengeringan dilakukan secara konvensional yaitu menggunakan sinar matahari langsung atau dapat juga secara langsung dengan dibersihkan menggunakan lap kering.

4.     Pewarnaan

Pewarnaan pada limbah keras dapat dilakukan dengan cara disemprot atau dikuas dengan cat. Pewarnaan dapat dilakukan untuk memperindah tampilan produk kerajinan atau untuk melindungi produk kerajinan dari kerusakan.

5.     Pengeringan setelah pewarnaan

Setelah diberi warna, bahan limbah harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung atau diangin-anginkan.

6.     Penghalusan bahan agar siap pakai

Bahan limbah yang sudah kering dapat difinishing agar mudah diproses menjadi karya. Proses finishing juga berbagai macam caranya, seperti dipotong, ditempa, dilem, digerinda, dan diamplas.

Perhatian!!!!! Belum baca jangan Lanjut.

Blog Post

Related Post

Back to Top