Kerajinan berbahan lunak terbuat dari bahan dasar yang bersifat
lunak.
Kerajinan bahan lunak ini dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan
asal bahannya:
- Bahan Lunak Alami : Bahan lunak yang diperoleh dari Alam lingkungan sekitar secara alamiah tanpa proses pengolahan manusia terlebih dahulu.
- Bahan Lunak Buatan: Bahan buatan yang dimaksud adalah bahan alam yang diolah dengan diberi tambahan zat kimia sebagai pengubah sifat bahan buatan menjadi lunak dan mudah dibentuk.
- Keahlian Pengrajin: Pengrajin bahan lunak menunjukkan kepiawaian dalam penciptaan karya melalui pengetahuan mereka tentang beragam bahan, alat, dan teknik yang digunakan.
- Adaptasi Sosial Budaya: Perkembangan dalam pemanfaatan bahan, teknik pembuatan, dan penampilan karya mencerminkan kemampuan pengrajin dalam mengadaptasi perubahan sosial budaya dalam masyarakat.
- Tantangan Teknologi: Integrasi teknologi, khususnya bahan lunak buatan, merupakan tantangan baru dalam dunia kerajinan dan memerlukan usaha ekstra untuk diterapkan.
- Permintaan Pasar sebagai Pendorong Perubahan: Perubahan dalam teknik dan bahan juga dipengaruhi oleh permintaan pasar, sehingga pengrajin perlu beradaptasi dengan kebutuhan dan preferensi konsumen.
- Kerajinan Bahan Lunak adalah: produk kerajinan yang dibuat menggunakan bahan yang lentur, lembut, empuk, dan mudah dibentuk.
- Prinsip pembuatan kerajinan dari bahan lunak, baik yang alami maupun buatan, menekankan pada pembuatan yang khusus dengan mempertimbangkan pemaduan bahan.
- Pemaduan yaitu menggabungkan bahan lain dengan warna dan bentuk yang berbeda, tetapi tetap menyatu dengan bahan dasarnya.
- Kelengkapan Busana: Produk kerajinan seperti gelang, kalung, bros, dan cincin, dirancang untuk mempercantik penampilan saat menggunakan busana.
- Kelengkapan Suatu Benda: Kerajinan bahan lunak berfungsi sebagai kelengkapan suatu benda, misalnya kotak tisu dengan hiasan keramik yang dapat dipindahkan dan digunakan kembali.
- Kelengkapan Rumah/Bangunan: Produk kerajinan dapat menjadi pelengkap taman rumah, seperti air mancur berbentuk kodok.
- Kelengkapan Keperluan Ritual/Upacara Adat: Kerajinan bahan lunak juga digunakan sebagai pelengkap berbagai upacara ritual dan adat, seperti lilin yang sering digunakan dalam acara-acara tersebut
- Menambah Keindahan: Kerajinan bahan lunak memiliki fungsi untuk memperindah penampilan dengan memberikan sentuhan estetika.
- Memberi Penekanan atau Kekhasan: Penambahan kerajinan bahan lunak pada suatu benda membuatnya terkesan khas dan unik.
- Menjadi Persyaratan Pemakaian: Kerajinan bahan lunak berperan sebagai syarat wajib dalam penggunaan suatu benda, sehingga tanpa kerajinan tersebut, benda tersebut tidak memiliki arti.
- Merupakan Pertanda atau Simbol: Produk kerajinan bahan lunak digunakan sebagai tanda atau simbol suatu makna atau kepentingan tertentu.
- Dibuat Khusus sebagai Duplikasi: Kerajinan bahan lunak dibuat secara khusus menyerupai bentuk aslinya untuk tujuan tertentu.
- Sebagai Bagian dari Karya Seni: Kerajinan bahan lunak mencerminkan ekspresi keberagaman budaya dan merupakan bagian integral dari karya seni.
Beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan
terbagi menjadi dua jenis :
- Bahan Lunak Alam adalah bahan untuk karya kerajinan yang berasal dari alam sekitar dan diolah secara alami tanpa campuran bahan buatan. Contoh : tanah liat, kulit, getah nyatu, bubur tisu, dan flour clay.
- Bahan Lunak Buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak, lembut, empuk, dan mudah dibentuk. Berbagai karya kerajinan dapat dibuat menggunakan beragam bahan lunak buatan, seperti polymer clay, gips, fiberglass, lilin, sabun, dan parafin.
contoh gambar bahan lunak alami:
a. Tanah liat b. Flour clay c. Kulit d. getah Nyatu e. Bubur tisu
